Ingin Menambah Aksesoris Mobil ? Perhatikan Tips Berikut

Penambahan atau penggantian aksesoris mobil biasanya dilakukan untuk menjadikan mobil tampak lebih keren, kalo istilah anak jaman sekarang (soktua_mode:on). Mobil biasanya dilengkapi dengan aksesoris yang dipasang di dalam maupun di luar mobil (body). Sayangnya, orang-orang yang ada di Indonesia pada umumnya hanya memperhatikan atau mengutamakan keindahan semata tanpa memperhatikan aspek kenyamanan dan keselamatan berkendara. Kalau orang luar sana menggunakan motto "Safety First", orang-orang di negeri kita tercinta ini sebagian besar menggunakan motto "yang penting gaya".
Oleh karena itu, jika anda bermaksud menambah atau mengganti aksesoris pada mobil anda, maka ada baiknya jika beberapa tips berikut anda baca.

1. Kemudi / Stir
Pada kebanyakan angkot yang saya lihat, kemudinya lebih kecil dari standar pabrik. Pokoknya asal pasang saja, asal enak dipandang mata. Padahal dari segi kenyamanan, kemudi akan lebih berat untuk digerakkan dan putaran stir yang dibutuhkan agar ban berbelok lebih banyak yang tentunya akan membutuhkan lebih banyak tenaga. Penggunaan stir jenis ini sebenarnya mengikuti konsep mobil balap (katanya), tapi sama sekali tidak mengikuti perhitungannya.

2. Kaca Film
Fungsi dari kaca film ini sebenarnya sangat banyak, mulai dari peredam panas dan sinar matahari hingga sebagai anti peluru. Namun yang terjadi saat ini justru kaca film yang digunakan terlalu gelap. Kaca film yang terlalu gelap bisa membahayakan karena penglihatan kita, khususnya pada malam hari akan sangat terbatas sehingga dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Beberapa waktu lalu dilakukan penertiban angkot berkaca gelap di Jakarta. Kaca gelap ini dianggap sebagai salah satu penyebab yang memicu terjadinya pemerkosaan beberapa waktu sebelumnya.

3. Pedal
Aksesori pada pedal biasanya berupa lapisan pada pedal asli. Kebanyakan yang saya lihat, pedal lapisan ini terbuat dari aluminium dan sebagainya tanpa dilapisi dengan bahan sejenis karet. Tanpa adanya bahan sejenis karet ini, permukaan pedal menjadi licin sehingga kadang-kadang kaki kita slip ketika menginjak pedal tersebut, baik itu pedal gas, rem, ataupun kopling.
Nah ketika kaki kita slip pada saat menginjak salah satu pedal tersebut, maka anda tahu sendiri akibatnya.
Selain permukaan lapisan pedal yang licin, ada juga aksesori pedal terlalu lebar. Lapisan pedal yang terlalu lebar ini sangat tidak bersahabat jika anda sering mengendarai mobil dengan menggunakan sendal. Terkadang tanpa kita sadari sendal yang kita gunakan masuk dan tersangkut pada pedal gas, sehingga ketika akan melakukan pengereman kaki anda menjadi sulit untuk lepas dari pedal gas.
Bagi anda yang pernah mengalaminya tentu sangat tahu betapa seriusnya keadaan ini.

4. Klakson
Saat ini ada berbagai macam suara-suara yang dijadikan sebagai Klakson. Ada suara kambing, kuda, sapi, anjing, dan suara binatang-binatang lainnya. Ada juga yang menggunakan suara sirine seperti yang dimiliki polisi sebagai klakson.Belum lagi klakson yang digunakan oleh mobil truk antar propinsi, meskipun suara yang digunakan hampir sama dengan yang standar namun volumenya luar biasa bikin kaget. Saya sendiri beberapa kali melihat pengendara lain, khususnya motor yang hampir celaka karena suara klakson jenis ini.
Jadi, jika anda berencana mengganti klakson anda maka sebaiknya pilihlah jenis suara tidak berbeda jauh dengan suara standar yang diberikan oleh pabrik. Dan jangan lupa, volume yang digunakan adalah volume yang dapat menarik perhatian pengandara lain namun tidak membuatnya kaget.

5. Audio Video
Siapa sih yang tidak suka jika mobilnya memiliki perangkat audio maupun video yang mumpuni. Perangkat yang mampu menjadikan mobil tidak hanya sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai sarana untuk menghibur siapa pun yang ada di dalamnya.
Sayangnya, kebanyakan pemilik kendaraan yang ingin memasang perangkat audio video di mobilnya tidak hanya bermaksud menghibur orang-orang yang ada di dalam mobilnya tapi juga orang-orang di luar mobilnya. Mereka ingin menghibur pengendara lain, pedagang asongan, tukang parkir, bahkan pengamen di lampu merah juga ingin mereka hibur.
Yang perlu anda ketahui adalah pemasangan perangkat audio video yang tidak tepat akan sangat merugikan pengendara. Misalnya, menumpuk speaker pada jok belakang sehingga spion tengah tidak dapat berfungsi karena terhalang. Selain itu, suara musik yang terlalu keras akan mengurangi feeling dan respon pengemudi terhadap lingkungan sekitarnya. Suara klakson ataupun sirine menjadi tidak terdengar, termasuk suara sempritan polisi.

Posting Lain Terkait Otomotif

0 Komentar: